Karena Tak Ada Kata Kebetulan Kecuali Semua itu telah Allah Tentukan

Minggu, 22 Januari 2012

Berfikir Sejenak

teman saya pernah bilang, bersumber ketika dia dulu belajar, menuturkan pernah mengaji, guru yang menerangkan bahwa semua yang pada masa sekarang ini tiada yang halal. ini membuatkku bingung, tetapi ketika sudah dipikirkan memang argumen ini tidak salah. betapa khawatirnya para sahabat nabi akan semua yang hukumnya subhat, yang hukumnya samar-samar antara halal dan haram. itu toh pada zaman dahulu, sedangkan yang kita namakan haram saat ini itulah yang pada masa sahabat yang disebut sebagai subhat. di era seperti ini haram saja diperebutkan, tapi saya yakin masih banyak orang yang ingin memperoleh halal

begitu sulitnya saya merangkai kata untuk menjelaskan hal ini, mungkin bila anda ada kalimat yang lebih mudah dipahami, perbaikilah redaksi kalimat yang ada ini

Kamis, 12 Januari 2012

a k u t a k u t

setiap kali aku membuka mataku aku takut akan semua beban tangung jawab yang kau berikan, namun bila mataku tak ku buka aku juga takut akan datang sang malaikat maut.

harus menghadapi segala permasalahan hidup yang melelahkan, sesekali juga membanggakan.

mohon berilah saran padaku bagaimana seharusnya menghadapi realita seperti ini.
bisa juga beri komentar ke sini

Jumat, 25 November 2011

Antara Kemaren dan Esok

Hari yang begitu cerah, namun tak secerah perasaanku saat ini. Di awal tahun baru 1433 ini, pandanganku jauh menerawang ke atas awan yang ada dalam alam pikiranku. meskipun tak harus aku berada melongok ke luar jendela dan aku juga tak menengadah di halaman rumah atau kantorku. namun awan ini menutupi seluruh yang berada di baliknya.

Hanya saja aku akan berkata untuk ku merenung, yang penuh makna ini:

Biarlah hari-hari yang telah lalu menjadi hari-hari kelam kehidupanku dan berharap dengan berusaha esok adalah hari cemerlang dan gemilang..

Selamat Tahun Baru 1433
Sekedar Sebuah Renungan

Meski Kau Penggal Kepalaku, Aku Tak Akan Mati


Selama Kakiku Masih Berpijak di Bumi

Pernahkah kamu mengira, jika seseorang yang kepalanya dipenggal putus akan tetap hidup?
pastinya kepala yang telah dipenggal adalah hal biasa orang itu akan mati. Namun maukah anda saya beri tahu bahwa tidak semua yang kepalanya dipotong pasti akan mati. Mengapa?
Mungkin yang ada dalam benak anda mana mungkin, atau Apa manteranya biar masih tetap hidup.

Baiklah, meskipun saya tidak akan menyinggung hal mistis sama sekali. Hanya ingin menceritakan kisah Pohon saja, tiap tidak diinginkan daunnya rimbun pasti hal tersebut dilakukan untuk entah tujuan tertentu, namun dia tetap saja hidup tak pernah mengeluh ataupun menjerit sehingga akan mengakibatkan anda ngeri bila mendengar jeritannya.

Tapi yang belum saya ketahui sampai sekarang apakah pohon juga merasakan sakit, menerima perlakuan ini. karena kalau diperhatikan seksama dia juga mengeluarkan getah.

Sabtu, 05 November 2011

Sudah lupakah Anda semua

Siapa yang tak ingin menjadi orang yang kaya, sukses, dan bahagia. namun, banyak yang tak menyadari kalau untuk itu akhirnya menempuh jalan yang salah. Seseorang (mungkin itu Saya atau Anda) nekat berbuat curang, menyalahi orang lain entah dengan jalan kekerasan ataupun bukan, hanya demi meraih keinginannya, tetapi tak perlu diingat, bahwa suatu saat, di sana karma dari yang demikian itu telah menantinya di kemudian hari. Selamat menjumpai karma anda, kalau pun bukan Anda mungkin anak atau cucu yang akan jadi tamu kehormatan dari karma. dan jika telah bertemu dengannya, Please Say to It, I'm so Sorry... (aku menyesal)

Kehidupan ini bak selera lidah manusia

Rasa-rasanya makanan yang tiap hari saya makan, tak cukup jika cuma nasi saja, ingin di menu tersebut rasa manis, asin, pedas, kadang asam, dan juga pahit. Karena itulah lauk pauk ada. inilah yang membuat menu makan menjadi lebih membangkitkan selera makan saya.
Barangkali kehidupan yang kita jalani juga demikian, yah.. terkadang begini terkadang begitu, itulah yang menjadikan hidup menjadi indah dan patut disyukuri, warna-warni cobaan rintangan ini semakin memperindah kanvas hidup kita, hingga sampai saat ini dan sampai entah nanti.

Selasa, 25 Oktober 2011

It was gone....

Dia telah Pergi dan aku tak ingin dia kembali

semua di dunia ini adalah seimbang, karena keseimbangan itu maka ada langit - bumi, siang - malam, hidup - mati, tua - muda, sehat - sakit, dan masih banyak yang lainnya. Bisa tau betapa berharga kesehatan hanya ketika merasa sakit, orang sakit memerlukan lebih banyak biaya untuk memperoleh kesehatannya kembali.
Yang saya alami sendiri adalah untuk mengembalikan kesehatan yang dulu telah Tuhan anugerahkan untukku tak dapat aku jaga, sehingga aku memelihara sakit itu sampai waktu lalu*. Ternyata sakit itu sebenarnya memiliki hikmah yang tinggi nilainya, tak dapat diungkapkan hanya dalam kisah dan cerita dariku yang mungkin tak berarti.
Dengan seluruh kemampuan dan keinginanku untuk sembuh seratus persen, aku berusaha untuk mendapatkan kesehatanku kembali meskipun harus kutebus dengan yang saat itu kumiliki, bersungguh-sungguh aku berobat dengan teratur, aku ikuti saja saran dari Pak Dokter, meskipun aku harus minta resep obat generik. Bahkan obat generik itu saja masih mahal bagiku karena untuk pengobatan selama satu atau dua minggu ke depan, dan harus berlanjut begitu seterusnya.
Obat bukan solusi terbaik, aku menyadari sejak jauh-jauh hari bahwa lama kelamaan konsumsi obat kimia akan berdampak yang merugikan, efeknya hanyalah mengurangi rasa sakit, bukan menyembuhkan.
Dengan keseriusanku untuk kembali sehat seperti orang-orang sehat pada umumnya, akhirnya pada hari itu tanggal 18 Oktober 2011 Pak Dokter mengatakan bahwa aku telah diijinkan untuk tidak lagi mengkonsumsi obat *setelah beberapa tahap menjalani pengobatan dengan terapi avasin, mendengar hal ini aku merasa sangat bersyukur, hanya aku harus menjaga pola hidupku sejak saat ini.
Aku hanya bisa berdoa Semoga kesehatanku dapat bermanfaat