Karena Tak Ada Kata Kebetulan Kecuali Semua itu telah Allah Tentukan

Jumat, 25 November 2011

Antara Kemaren dan Esok

Hari yang begitu cerah, namun tak secerah perasaanku saat ini. Di awal tahun baru 1433 ini, pandanganku jauh menerawang ke atas awan yang ada dalam alam pikiranku. meskipun tak harus aku berada melongok ke luar jendela dan aku juga tak menengadah di halaman rumah atau kantorku. namun awan ini menutupi seluruh yang berada di baliknya.

Hanya saja aku akan berkata untuk ku merenung, yang penuh makna ini:

Biarlah hari-hari yang telah lalu menjadi hari-hari kelam kehidupanku dan berharap dengan berusaha esok adalah hari cemerlang dan gemilang..

Selamat Tahun Baru 1433
Sekedar Sebuah Renungan

Meski Kau Penggal Kepalaku, Aku Tak Akan Mati


Selama Kakiku Masih Berpijak di Bumi

Pernahkah kamu mengira, jika seseorang yang kepalanya dipenggal putus akan tetap hidup?
pastinya kepala yang telah dipenggal adalah hal biasa orang itu akan mati. Namun maukah anda saya beri tahu bahwa tidak semua yang kepalanya dipotong pasti akan mati. Mengapa?
Mungkin yang ada dalam benak anda mana mungkin, atau Apa manteranya biar masih tetap hidup.

Baiklah, meskipun saya tidak akan menyinggung hal mistis sama sekali. Hanya ingin menceritakan kisah Pohon saja, tiap tidak diinginkan daunnya rimbun pasti hal tersebut dilakukan untuk entah tujuan tertentu, namun dia tetap saja hidup tak pernah mengeluh ataupun menjerit sehingga akan mengakibatkan anda ngeri bila mendengar jeritannya.

Tapi yang belum saya ketahui sampai sekarang apakah pohon juga merasakan sakit, menerima perlakuan ini. karena kalau diperhatikan seksama dia juga mengeluarkan getah.

Sabtu, 05 November 2011

Sudah lupakah Anda semua

Siapa yang tak ingin menjadi orang yang kaya, sukses, dan bahagia. namun, banyak yang tak menyadari kalau untuk itu akhirnya menempuh jalan yang salah. Seseorang (mungkin itu Saya atau Anda) nekat berbuat curang, menyalahi orang lain entah dengan jalan kekerasan ataupun bukan, hanya demi meraih keinginannya, tetapi tak perlu diingat, bahwa suatu saat, di sana karma dari yang demikian itu telah menantinya di kemudian hari. Selamat menjumpai karma anda, kalau pun bukan Anda mungkin anak atau cucu yang akan jadi tamu kehormatan dari karma. dan jika telah bertemu dengannya, Please Say to It, I'm so Sorry... (aku menyesal)

Kehidupan ini bak selera lidah manusia

Rasa-rasanya makanan yang tiap hari saya makan, tak cukup jika cuma nasi saja, ingin di menu tersebut rasa manis, asin, pedas, kadang asam, dan juga pahit. Karena itulah lauk pauk ada. inilah yang membuat menu makan menjadi lebih membangkitkan selera makan saya.
Barangkali kehidupan yang kita jalani juga demikian, yah.. terkadang begini terkadang begitu, itulah yang menjadikan hidup menjadi indah dan patut disyukuri, warna-warni cobaan rintangan ini semakin memperindah kanvas hidup kita, hingga sampai saat ini dan sampai entah nanti.

Selasa, 25 Oktober 2011

It was gone....

Dia telah Pergi dan aku tak ingin dia kembali

semua di dunia ini adalah seimbang, karena keseimbangan itu maka ada langit - bumi, siang - malam, hidup - mati, tua - muda, sehat - sakit, dan masih banyak yang lainnya. Bisa tau betapa berharga kesehatan hanya ketika merasa sakit, orang sakit memerlukan lebih banyak biaya untuk memperoleh kesehatannya kembali.
Yang saya alami sendiri adalah untuk mengembalikan kesehatan yang dulu telah Tuhan anugerahkan untukku tak dapat aku jaga, sehingga aku memelihara sakit itu sampai waktu lalu*. Ternyata sakit itu sebenarnya memiliki hikmah yang tinggi nilainya, tak dapat diungkapkan hanya dalam kisah dan cerita dariku yang mungkin tak berarti.
Dengan seluruh kemampuan dan keinginanku untuk sembuh seratus persen, aku berusaha untuk mendapatkan kesehatanku kembali meskipun harus kutebus dengan yang saat itu kumiliki, bersungguh-sungguh aku berobat dengan teratur, aku ikuti saja saran dari Pak Dokter, meskipun aku harus minta resep obat generik. Bahkan obat generik itu saja masih mahal bagiku karena untuk pengobatan selama satu atau dua minggu ke depan, dan harus berlanjut begitu seterusnya.
Obat bukan solusi terbaik, aku menyadari sejak jauh-jauh hari bahwa lama kelamaan konsumsi obat kimia akan berdampak yang merugikan, efeknya hanyalah mengurangi rasa sakit, bukan menyembuhkan.
Dengan keseriusanku untuk kembali sehat seperti orang-orang sehat pada umumnya, akhirnya pada hari itu tanggal 18 Oktober 2011 Pak Dokter mengatakan bahwa aku telah diijinkan untuk tidak lagi mengkonsumsi obat *setelah beberapa tahap menjalani pengobatan dengan terapi avasin, mendengar hal ini aku merasa sangat bersyukur, hanya aku harus menjaga pola hidupku sejak saat ini.
Aku hanya bisa berdoa Semoga kesehatanku dapat bermanfaat

Minggu, 14 Agustus 2011

belajar dari ikan, anugrah bukan lagi menjadi sebuah keindahan yang patut disyukuri

betapa banyak melimpahnya anugrah yang telah tuhan berikan, namun secara sengaja atau tidak kita tak menyadarinya bahkan melupakannya, karena banyaknya nikmat yang melingkupi di seluruh aspek kehidupan kita inilah yang membuat diri kita tak mampu menyadari, tak mempedulikannya mungkin karena kita terlalu bodoh atau tidak pernah mempergunakan otak untuk berfikir ke hal semacam ini. masih merasa kurang. saya pernah membaca, bila diibaratkan manusia ini ikan, berenang kesana kemari dengan lihainya adalah pemandangan yang biasa, memandangnya sebagai bukan sebuah keistimewaan. dia tak pernah menyadari bahwa ada begitu banyak kenikmatan di sekelilingnya, hanya ada air, kesana air, kesini air, air tak merubahnya menjadi asin atau tawar, tak membuat kenyang atau menjadi kuat, tetapi ketiadaan air baru membuat betapa berharganya nikmat air tersebut.

saat saat yang penuh keindahan ini menjadi tak begitu terasa indah dan menyenangkan karena kebodohanku menerima kenikmatan yang allah gelontorkan padaku tiap hari, tiap jam, tiap saat, Dia telah memberi yang ku butuhkan sebelum aku meminta padaNya. aku lahir belum bisa meminta minum tapi Dia telah memberiku lewat ibuku, aku tak meminta udara tapi Dia telah menyediakannya, aku tak minta tubuhku untuk digerakkan tapi Dia membekaliku kemampuan menggerakkan anggota badanku, Tuhan buatlah lidahku ini bisa berbicara, aku juga tak pernah mengatakan kalimat tersebut, tapi Dia buat aku bisa bicara.

itu hanya beberapa yang dapat aku tuliskan, masih banyak dan sangat banyak lagi yang lainnya, tapi itu tak ku sadari, malah aku berpaling dariNya dan meminta materi, materi, dan materi. harta dan benda dunia yang mudah datang mudah pergi, ketika materi menghampiriku aku lupa padaNya, ketika materi itu pergi aku meminta dan memaksa agar datang padaku secepatnya. kenikmatan yang aku terima tak terasa sehingga saat hal itu meninggalkanku aku baru menyadarinya betapa sesuatu itu menjadi berharga.

keluarga, mereka kadang membuat senang, kadang membuat jengkel, tapi itulah karena kita bisa merasa jengkel jadi ada yang membuat sebaliknya, itu sebuah anugrah yang sering aku lupakan. sebuah kata keindahan kalau aku mengakuinya. lain lagi kata yang aku pilih, apabila keluarga telah tiada. apa yang aku rasakan adalah berbeda dengan ketika di saat mereka bersamaku

Sabtu, 23 Juli 2011

Shalat bukanlah Makanan

sholat, bukan akan menjelaskan tentang fikihnya. apa sholat itu, kapan dikerjakannya, apa hukuman orang yang meninggalkannya. atau bukan pula menerangkan tentang kepingin makan saat sholat atau sebaliknya.
sholat yang dulunya diwajibkan 50 waktu sekarang hanya 5 waktu masih terasa berat menunaikannya, yang wajib terlalu sering ditunda2 sampai akhir waktu. meskipun demikian pernahkah berpikir ekstrim, umpama shalat yang diakhirkan tadi tak usahlah dikerjakan, kemudian mengerjakan sholat yang akan datang bukankan malah kita bisa tepat waktu.
ibarat makan
bisa saya ibaratkan shalat dengan makanan,
dulu waktu masih kecil usia antara 1 atau 2 tahun makan nasi dengan kecap asin dan kerupuk putih adalah kesukaanku.
saya setiap makan pasti tak lupa dengan yang namanya nasi, nasi dah di piring lalu cari temannya, maksudnya laukpauk. sayur, sambel gorengan dll. sholat juga seperti itu, shalat fardlu saya ibaratkan dengan nasinya, dan lauk diibaratkan sebagai shalat sunahnya. memang benar sholat wajib saja cukup, (itupun bila tepat waktu dan menepati pada syarat rukunnya), tapi rasanya masih hampa dan ada yang kurang, makan nasi satu piring tanpa lauk pastilah untuk menghabiskannya terasa agak enggan, namun bila mana di sampingnya nasi juga tersedia ayam panggang kecap, daging rendang, pastilah bukan hanya satu piring yang akan habis mungkin juga sekalian piringnya pun tak berbekas, maksudnya masih kurang kalau cuma itu. itulah yang menambah rasa kenikmatan dalam ibadah, apabila bisa menambah yang wajib dengan yang sunnah. akankah segampang itu, tentunya dengan sedikit usaha keras membiasakannya, sekali dua kali sehari dua hari memang masih harus melakukannya dengan rasa berat. setelah terbiasa barulah rasa indah beribadah akan menghiasi kesibukan kita ini, ada perasaan nyaman tenteram hidup terasa ringan dan mudah.
mari bersama-sama berjuang dalam kebaikan, jika sekarang saya hanya menulis, belum bisa melaksanakannya, kita saling mengingatkan dalam niat yang benar